A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 126

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 138

Hardikda ke 59 Aceh Barat Meulaboh

Hardikda ke 59 Aceh Barat Meulaboh

Minggu, 30 September 2018 10:07:40 Admin Disdik

Meulaboh, 30 September 2018– Seperti biasanya pada setiap tanggal 2 September, insan pendidikan di seluruh Provinsi Aceh yang terkenal dengan sebutan Tanah Rencong memperingati Hari Pendidikan Daerah ( Hardikda ).Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) menjadi suatu hal yang unik dan khas di Aceh, mengingat tidak ada satu daerah pun di Tanah Air yang mempunyai hari pendidikan daerah. Provinsi Aceh dalam bidang pendidikan, di samping memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada setiap tanggal 2 Mei, juga memperingati Hardikda. Hari pendidikan daerah pertama sekali ditetapkan pada tanggal 2 September 1959, mempunyai makna yang sangat berarti bagi pembangunan pendidikan di Provinsi Aceh karena menjadi tonggak dan pendorong berkembangnya pendidikan di Aceh.

 

Penetapan Tanggal 2 September 1959 sebagai hari pendidikan daerah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Aceh almarhum Prof Ali Hashimy sebagai Gubernur Aceh saat itu didasarkan pada dimulainya pembangunan kampus Darussalam pada tanggal 2 September 1959. Pembangunan kampus Darussalam yang saat ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dilakukan setelah Aceh diberikan sebutan Daerah Istimewa dengan keputusan Missi Hardi nomor Kep.01/Missi/1959.Surat Keputusan tersebut ditanda tangani oleh Wakil Perdana Menteri I, Mr Hardi dan mulai berlaku sejak tanggal 26 Mei 1959.

 

Dalam Memperingati Hardikda ke 59 ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melaksanakannya pada hari senin tanggal 3 September 2018, hal tersebut dikarenakan tanggal 2 September jatuh pada hari minggu, namun hal tersebut tidak mengurangi antusias dari peserta Upacara peringatan Hardikda yang ke 59. Prosesi upacara bendera berlangsung di Halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat dan yang bertindak sebagai inspektur upacara langsung oleh Bupati Aceh Barat BapakH. Ramli. MS. Serta Turut hadir Unsur Forkopimda, Pimpinan DPRK Aceh Barat, Kepala Badan Dinas dan Kantor, Kepala UPTD Lingkup Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah dalam Kabupaten Aceh Barat serta Guru dan siswa siswi jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada dalam kecamatan Johan Pahlawan.dapun petugas penyelenggaraan Upacara Bendera dalam peringatan Hardikda ke 59, yang bertindak sebagai pemimpin Upacara adalah salah seorang Kepala Sekolah yang bernama Syarifuddin, S.Pd dan yang bertugas sebagi penggerek Bendera merupakan siswa siswi SMP Negeri 3 Meulaboh.

 

Pada Peringkatan Hardikda ke 59 ini, mengusung tema “Aceh Caroeng menuju Era industry 4.0”, Sesuai dengan Visi dan Misi Gubernur terpilih Provinsi Aceh. Bupati Aceh Barat dalam amanatnya, membacakan sambutan Plt. Gubernur Aceh, “ Ucapan terima kasih kepada para undangan, pelaksanaan Hardikda bukan semata-mata bentuk manifestasi Keistimewaan Aceh dibidang pendidikan, tapi juga merupakan bagian dari komitmen kita dalam menempa kader kader terpilih bangsa yang berakhlatul karimah, sekaligus juga menjadi pencerminan untuk panggilan jiwa dan sekaligus untuk menempatkan sumber daya manusia berdiri pada posisi terhormat. Untuk mencapai hal tersebut, semua tentu harus terlibat secara keseluruhan pada program yang telah dipersiapkan pemerintah   UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah Daerah telah mengatur dengan jelas kewenangan dalam menyelenggarakan keputusan ini, sehingga langkah pelaksanaan dan penuasaan dapat dijalankan secara bersinergi dan terpadu. Dengan demikian kita dapat menjamin adanya pemerataan akses dan mutu pendidikan seluruh Aceh serta memastikan bahwa sistem pendidikan tersebut siap melayani semua masyarakat tanpa diskriminasi, dalam hal ini kita patut bersyukur bahwa impian yang telah kita tetapkan dan jalankan selama dua tahun terakhir ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, hal itu setidaknya dapat dilihat dari keberhasilan 5.282 siswa asal Aceh lulus seleksi masuk PerguruanTinggi Negeri tahun 2018, jumlah ini menempatkan Aceh pada peringkat lima besar sebagai posisi yang paling banyak meloloskan siswa dan siswi dalam seleksi Nasional. Peningkatan kompetensi mulai menunjukkan perbaikan sehingga pada tahun 2015 kompetensi guru-guru di Aceh berada pada urutan 3 terendah pada tingkat nasional, maka pada tahun 2016 mulai meningkat pada posisi 23 nasional, lonjakan cukup signifikan terjadi pada tahun 2017 dimana hasil ujian uji kompetensi guru menempatkan guru-guru di aceh pada peringkat 15 besar secara nasional, bahkan pada tahun ini beberapa guru Aceh berhasil meraih penghargaan sebagai guru berprestasi nasional. Meski demikian kita jangan cepat bangga sebab pencapaian ini masih jauh dari harapan dan masih perlu pembenahan dan penguatan yang lebih komprehensif dalam membangun sistem pendidikan di Daerah ini, mulai berbagai peningkatan yang berkesinambungan. Pemerintah Aceh siap melakukan yang terbaik dalam mendukung langkah percepatan dibidang pedidikan dan akan memberikan reward yang pantas pada mereka yang berprestasi cemerlang. Pemerintah Aceh juga telah membentuk 20 cabang bina pendidikan di 20 Kabupaten Kota guna mendukung pendidikan daerah dan juga terus memberikan pelatihan bagi peningkatan mutu guru agar memiliki kompetensi tinggi didalam semua program. Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada seluruh penggiat pendidikan dan masyarakat yang telah mendukung sektor pendidikan untuk Daerah Aceh, semoga kerja sama yang baik dapat kita tingkatkan sehingga dapat saling bahu membahu dalam mensukseskan program Aceh Carong dan Aceh Meuadab.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Barat memberikan Piagam Penghargaan kepada Siswa Siswi pemenang lomba Olimpiade Saint Nasional (OSN), Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang menjadi juara ditingkat Kabupaten. Sebelum Acara ditutup, Bupati Aceh Barat melakukan temu ramah dengan guru – guru, dan menjawab beberapa pertanyaan terkait dengan, masalah pemerataan guru, dan masalah kelengkapan sarana prasarana sekolah.