A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 126

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 138

Visi dan Misi Kabupaten Aceh Barat

Visi dan Misi Kabupaten Aceh Barat

Kamis, 07 Juni 2018 21:44:52 admin

Visi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sebagaimana tertuang dalam RPJMD Tahun 2017-2022 dengan 2017-2022 adalah:

“Terwujudnya Aceh Barat yang Islami, Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan yang Transparan, Kredibel, Akuntabel dan Terintegritas”

Visi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat ini mencerminkan arah pembangunan Kabupaten Aceh Barat dalam masa lima tahun ke depan. Visi ini juga seiring dengan sasaran pokok dan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Aceh Barat untuk Tahapan Pembangunan ke-3 Tahun 2017-2022 yakni ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas serta pemanfaatan ilmu dan teknologi yang terus meningkat.

Untuk dapat mewujudkan visi 5 (lima) tahun ke depan, terdapat 8 (delapan) misi yang akan ditempuh antara lain adalah:

1. Mengembalikan Kabupaten Aceh Barat yang Syar’i dan Mewujudkan Pemerintahan Aceh Barat yang Bersih. 

Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan syariat islam secara kaffah dalam setiap sendi-sendi kehidupan (pemerintah dan masyarakat). Di sisi lain, kebijakan penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dapat terhindar dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Semua itu dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi yang ditandai dengan adanya perbaikan kinerja birokrasi di setiap lini secara cepat, murah, transparan dan akuntabel melalui pendidikan agama, aqidah dan akhlak.

2.    Mewujudkan Perdamaian Aceh yang Abadi Sesuai dengan Nilai-Nilai Luhur Pancasila, UUD 1945, MoU Helsynki dan UUPA. Kegiatan ini dilakukan; Pertama, mensosialisasikan dan mengimplementasikan MoU Helsynki kepada pelajar dan mahasiswa. Kedua, meningkatkan pemahaman mantan kombatan tentang kehidupan berbangsa, bernegara dan berpolitik. Ketiga, memberikan pendidikan dan pengetahuan tentang perdamaian, hukum dan terorisme.

3.    Membangun Ekonomi Kerakyatan yang Bertumpu pada Sektor SDA dengan Pengelolaan Terintegrasi berlandaskan Tata Ruang dan Peta Kebencanaan. Membangun ekonomi kerakyatan pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam, antara lain sektor pertanian, perkebunan/kehutanan, kelautan dan pertambangan dengan memberikan modal usaha melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan koperasi dengan melibatkan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda). Di sisi lain, pembangunan berkaitan dengan mitigasi dan penanganan kebencanaan dilaksanakan melalui penempatan bidang mitigasi bencana di salah satu SKPK, seperti BPBD atau Dinas Sosial melalui kerjasama dengan kampus-kampus khususnya dengan pusat kajian kebencanaan dengan sistem koordinasi kebencanaan yang terintegrasi dengan semua SKPK.

4.    Meningkatkan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Kontrak (honorer) dan Teungku Dayah. Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan mempersiapkan Sumber daya Manusia Aceh Barat dalam menghadapi persaingan global melalui peningkatan kesejahteraan dan pendidikan.

5.    Mengembangkan dan Melestarikan Objek Wisata Spiritual, Seni, Budaya, Adat dan Adat-Istiadat serta Olahraga Sesuai dengan Potensi Kedaerahan (Kearifan Lokal). Langkah-langkah yang dilakukan, antara lain: Pertama, dalam bidang pelestarian objek wisata spiritual, pemerintah melakukan pemugaran objek-objek wisata bersejarah/spiritual sebagai potensi wisata lokal, nasional dan internasional. Kedua, seni dan budaya yaitu mengidentifikasi seni tradisional khas Aceh, memberikan pembinaan secara intensif serta mengirim dan mementaskan/mempromosikan seni tradisional kabupaten Aceh Barat baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional, sebagai upaya pelestarian warisan leluhur bangsa. Ketiga, dalam bidang adat dan adat istiadat menumbuh kembangkan tradisi/kebiasaaan yang ada di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan tatanan aturan Syar’i sebagai piranti pengaruh budaya global. Ketiga, hal dimaksud dapat dioptimalkan melalui pemberdayaan lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat. Keempat, bidang keolahragaan dengan melibatkan pelajar, pemuda dan mahasiswa dengan memberdayakan Komite Olahraga Nasional (KONI).

6.    Pembangunan Prasarana dan Sarana Infrastruktur Pendukung dalam Mewujudkan Aceh Barat sebagai Zona Ketahanan Pangan Nasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta membuka daerah terisolir guna meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan hasil produksi pertanian, perikanan, perkebunan dan perternakan. Pemerintah secara berkesinambungan akan membangun fasilitas sarana jalan, irigasi, perluasan area lahan pertanian, seperti pembukaan lahan sawah baru, lahan tanaman palawija dengan menggalakkan kembali “Budaya Meuseuraya” sebagai semangat keacehan. Di samping itu, pemerintah juga menyediakan bibit unggul, pupuk, peralatan pertanian, Teknologi Tepat Guna (TTG) dan membuka akses yang lebih mudah bagi para petani dalam mengelola lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. Optimalisasi stabilitas harga pasar hasil-hasil pertanian masyarakat, pemerintah juga membentuk satuan tugas (satgas) melalui SKPK terkait yang bekerjasama dengan berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Pemerintah dalam bidang peternakan mengembangkan peternakan terpadu berwawasan agribisnis.

7.    Memberikan Pelayanan Kesehatan Menuju Masyarakat Aceh Barat yang Sehat Jasmani dan Rohani serta Meningkatkan SDM Bidang Kesehatan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak serta masyarakat miskin, terutama di daerah terpencil atau daerah tertinggal melalui pembukaan akses-akses dalam bidang kesehatan. Di sisi lain, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harapan usia hidup produktif pemerintah juga melakukan pengendalian penyebaran penyakit menular, gizi buruk, gizi lebih serta krisis kesehatan akibat bencana. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat pemerintah secara bertahap juga meningkatkan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang kesehatan serta meningkatkan peran serta Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK).

8.    Meningkatkan Kesejahteraan dan Keahlian Tenaga Pendidik serta Membuka Akses Pendidikan kepada Masyarakat Aceh Barat. Pemerintah dalam mewujudkan akselarasi mutu pendidikan umum dan pendidikan agama memberikan tunjangan kesejahteraan kepada para guru/teungku dayah agar dapat meningkat kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Di samping itu, pemerintah juga membuka akses pendidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memberikan beasiswa berprestasi dan bantuan pendidikan kepada putra dan putri Kabupaten Aceh Barat untuk mengikuti studi lanjutan di dalam dan luar negeri.